BENGKALIS – Politeknik Negeri Bengkalis (Polbeng) secara resmi memulai pelaksanaan program riset dan pengabdian masyarakat tahun anggaran 2026. Hal ini ditandai dengan penandatanganan kontrak pendanaan nasional yang diselenggarakan oleh Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) di Graha Diktisaintek, Jakarta, Senin (20/4/2026).
Langkah ini merupakan bagian dari distribusi masif pendanaan riset nasional sebesar Rp1,7 triliun yang menyasar 18.215 kegiatan di seluruh Indonesia. Dalam agenda tersebut, Polbeng yang diwakili oleh Kepala Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (P3M), Ir. Syaiful Amri, S.T., M.T., mengamankan total 10 kontrak kerja sama. Polbeng tampil dengan memenangkan kompetisi pada berbagai skema krusial, meliputi 3 kelompok Penelitian Multi Tahun, 1 kelompok Penelitian Dosen Pemula, 2 kelompok Penelitian Prototipe, 1 kelompok Hiliriset, serta 3 kelompok Program Pengabdian Masyarakat.
Kepala P3M Polbeng, Syaiful Amri, menegaskan bahwa pencapaian ini bukan sekadar angka, melainkan tanggung jawab besar untuk menghadirkan solusi teknologi tepat guna. Dengan fokus pada skema prototipe dan hiliriset, Polbeng berkomitmen memastikan hasil penelitian dosen tidak hanya berakhir sebagai tumpukan dokumen, tetapi bertransformasi menjadi produk inovasi yang siap diserap industri dan memberikan dampak ekonomi langsung bagi masyarakat.
Wakil Menteri Diktisaintek, Fauzan, dalam arahannya menekankan bahwa para penerima kontrak merupakan duta institusi yang menjadi ujung tombak penyelesaian isu sosial kompleks di Indonesia. Keberhasilan Polbeng menembus berbagai skema pendanaan ini memperkuat posisi institusi sebagai pusat pendidikan vokasi yang kontributif, akuntabel, dan berorientasi pada kemajuan ekosistem riset nasional tahun 2026. (P3M)
